Konsel, Kodesultra.id : Pengurus koordinator Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia PKC PMII Sulawesi tenggara, Kecam sikap Orogansi Oknum Polisi. Perihal tindakan kurang Humanis terhadap Guru Honorer, Sekolah Dasar Negeri Baito Konawe Selatan (Supriyani S.pd).
Sarwan S.H, Ketua Eksternal PKC PMII menilai Oknum polisi tersebut, terkesan memaksakan perihal Kasus ini, sebab tidak terpenuhinya Unsur bukti, hingga ia nilai ada kejanggalan.
“Sesuai keterangan Korban supriyani (terlapor ). Terkait Kronologi kejadian, ada beberapa kejanggalan yakni.
1. Pihak pelapor atau Orang tua murid harus buktikan apaka Ibu supriyani ini benar-benar melakukan Pemukulan kepada muridnya, dengan adanya saksi mata saat peristiwa itu terjadi.
2. Jika benar, guru Honor tersebut melakukan tindakan memukul murid tersebut, tentunya kita perlu Bukti hasil Visum untuk mengetahui luka gores di paha murid benar-benar disebabkan pukulan,” terang Sarwan.
Ketua Eksternal PKC PMII ini juga menambahkan, seharusnya Sebagai orang tua murid dan sebagai APH lebih bijak lagi sikapi persoalan ini.
“Saya rasa Orang tua murid (WH). kurang bijak, apa lagi Ibu supriyani (terlapor). ini punya Itikad baik, meminta maaf meskipun ia belum terbukti melakukan perbuatan tersebut.
lanjutnnya, “saya kira jelas dalam hal ini jika orang tua murid punya niat baik, tentunya Restorative justice akan menjadi solusi kedua belah pihak.
Ia juga menambahkan kalau Oknum APH tersebut di duga punya niat dan maksud lain dari persoalan ini.
“Yaa kalau kita Amati Oknum polisi ini (WH), Terkesan Arogan dan ingin memperumit persoalan ini, apa lagi jika benar adanya rumor ia sempat menyebut Nominal angka di luar dari kewajaran.
Selain itu Sarwan mendesak, Polda Sulawesi tenggara segera memanggil memeriksa oknum Anggota polisi tersebut, sebab ini di nilai dapat merusak Marwah institusi kepolisian Daerah, menyebabkan masyarakat tidak lagi percaya Kepolisian.
“Dalam 3×24 jam kami minta Polda Sultra segera bebaskan ibu supriyani S.pd, jika tidak kami secara kelembagaan akan menempuh jalur Demonstrasi secara besar-besaran.




