Ratusan Massa Aksi kepung rujab Gubernur sultra di malam hari, meminta pembebasan 80 mahasiswa di jakarta

Kodesultra.Id, Kendari : Suasana di sekitar Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Tenggara mendadak tegang pada Jumat (10/10) malam.

Ratusan massa aksi dari berbagai elemen masyarakat, terutama mahasiswa, melakukan pengepungan dan mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, segera turun tangan membebaskan 80 mahasiswa/i asal Sultra yang ditahan aparat kepolisian di Jakarta.

Massa aksi tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 Wita dengan pengeras suara, serta sejumlah tuntutan. Mereka mengaku resah setelah penahanan 80 mahasiswa di jakarta kabar mahasiswa asal Sultra ditahan usai melakukan aksi unjuk rasa di kantor penghung sultra-jakarta. Aksi tersebut digelar untuk menagih janji politik Gubernur Andi Sumangerukka terkait pembangunan asrama mahasiswa Sultra di ibu kota.

“Kami tidak akan mundur sebelum 80 saudara kami dibebaskan. Tuntutan ini jelas dan konkret. Gubernur harus bertanggung jawab, karena masalah ini muncul akibat janji politik beliau yang tak kunjung direalisasikan,” teriak salah satu orator dari atas mobil sound sistem.

BACA JUGA :  Polri Gelar Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pejabat Tinggi

Massa aksi juga menilai penahanan mahasiswa/i di Jakarta sangat berlebihan. Mereka berpendapat bahwa menyampaikan aspirasi adalah hak konstitusional yang dijamin undang-undang. Oleh karena itu, pemerintah daerah dianggap wajib hadir memberikan perlindungan dan memastikan kebebasan bagi mahasiswa bukan justru memenjarakan.

salah satu koordinator lapangan, aksi kepung rujab gubernur di malam hari dipilih karena mereka ingin memastikan gubernur mendengar langsung tuntutan mahasiswa. “Kami tidak ingin aksi ini dianggap main-main. Malam ini juga, gubernur harus bersikap. Kalau tidak, kami akan terus berjaga hingga tuntutan kami dipenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, aparat kepolisian tampak berjaga ketat mengelilingi lokasi aksi. Kendaraan taktis dan barikade polisi disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih memilih bertahan di lokasi dengan kondisi relatif terkendali.

BACA JUGA :  BKPSDM Konut tekankan Jaga netralitas ASN Jelang Pemilu 2024

Tuntutan utama massa aksi adalah agar Gubernur Sultra segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian di Jakarta untuk membebaskan mahasiswa yang ditahan. Selain itu, mereka juga mendesak agar janji pembangunan asrama mahasiswa di Jakarta segera direalisasikan sebagai bentuk komitmen nyata pemimpin daerah terhadap pendidikan anak Sulawesi Tenggara serta segara mencopot Mustaqim (kepala penghubung sultra-jakarta).

Sementara itu, Hingga larut malam, belum ada keterangan resmi dari pihak Gubernur Sultra terkait aksi kepungan tersebut. Massa aksi menyatakan akan tetap berada di depan rujab gubernur sampai ada pernyataan resmi yang berpihak pada mahasiswa. “Kami bukan hanya menagih janji, tapi juga menuntut keadilan bagi mahasiswa yang sekarang ditahan. Ini soal martabat Sulawesi Tenggara,” kata Mil.

ditempat sama, Terpantau, Kapolda sulawesi tenggara menemui Massa aksi didepan Rujab gubernur guna Diolag bersama, menyerap apa yang menjadi tuntutan massa aksi.

Penulis: Sarwan