Wamenhan Donny Ermawan Tekankan Peran Industri Pertahanan Jaga Kedaulatan di Raker Defend ID 2026

Kodesultra.Id, BOGOR – Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, mewakili Menteri Pertahanan, menjadi keynote speaker pada Rapat Kerja (Raker) dan Leadership Development Program Defend ID Tahun 2026 di PMPP TNI, Sentul, Bogor, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini dibuka Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Prof. Joga Dharma Setiawan. Ia menegaskan forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi, menyelaraskan visi, serta meningkatkan kesiapan industri pertahanan nasional.

Dalam arahannya, Wamenhan Donny Ermawan menekankan industri pertahanan berperan krusial dalam menjaga kedaulatan dan mendorong kemandirian nasional. Kekuatan bangsa, kata dia, ditopang oleh kolaborasi pemerintah, BUMN, dan swasta yang adaptif menghadapi dinamika global.

BACA JUGA :  Polri Gelar Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pejabat Tinggi

Defend ID sebagai holding BUMN industri pertahanan dituntut mampu menjawab tantangan geopolitik dan perkembangan teknologi. Sinergi antar-anggota holding menjadi kunci untuk mempercepat kemandirian alutsista dan mengurangi ketergantungan impor.

Wamenhan juga mengingatkan pentingnya inovasi dan penguasaan teknologi kunci. Industri pertahanan harus bergerak cepat mengantisipasi ancaman non-tradisional serta perubahan lanskap peperangan modern.

Raker dan Leadership Development Program Defend ID 2026 ini diikuti jajaran direksi dan pimpinan BUMN anggota holding. Agenda utamanya menyusun langkah strategis jangka pendek dan menengah guna memperkuat ekosistem pertahanan.

BACA JUGA :  Pengamatan Hakim sebagai Alat Bukti Sah dalam Persidangan Dipertanyakan di MK

Dirut PT Len Industri Prof. Joga Dharma Setiawan menyatakan Defend ID siap menjadi motor penggerak kemandirian. Penguatan SDM, riset, dan hilirisasi produk pertahanan menjadi prioritas untuk mendukung postur TNI dan kepentingan nasional.

Pemerintah berkomitmen terus mendorong kebijakan afirmatif bagi produk dalam negeri. Kolaborasi lintas sektor dinilai mutlak agar industri pertahanan Indonesia berdaya saing dan disegani di kancah global.

Penulis: Sarwan