Kodesultra.Id, MATARAM : Kementerian Sosial RI memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Mataram dan PT Sanindo Pangan Rinjani untuk memperluas program pemberdayaan petani porang di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (16/4).
Kolaborasi ini membangun ekosistem pemberdayaan terintegrasi dari hulu hingga hilir yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan pembagian peran dalam program tersebut, mulai dari penyediaan bibit, pelatihan, pendampingan, hingga penunjukan perusahaan sebagai off-taker hasil panen.
“Kolaborasi ini memastikan petani didampingi dari produksi sampai pemasaran. Perguruan tinggi berperan di riset dan pendampingan, sementara perusahaan menjamin pasarnya,” ujar Gus Ipul usai penandatanganan MoU.
Program pemberdayaan petani porang di NTB ini dijadikan pilot project yang akan dikembangkan ke daerah lain jika menunjukkan hasil positif. Aspek pemasaran menjadi perhatian utama mengingat porang membutuhkan waktu 3–4 tahun sebelum panen.
Gus Ipul menegaskan pentingnya kepastian pembeli untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi petani dari kerugian. “Jangan sampai petani sudah tanam tapi tidak ada yang beli. Makanya off-taker harus jelas dari awal,” tegasnya.
Selain penandatanganan MoU, Menteri Sosial turut menyerahkan bibit porang kepada keluarga penerima manfaat (KPM) serta bantuan simbolis untuk mendukung pelaksanaan program di lapangan.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Kemensos berharap tercipta ekosistem ekonomi berkelanjutan yang mampu meningkatkan pendapatan petani porang sekaligus memutus rantai kemiskinan di NTB.




