Kendari – KodeSultra : Universitas Haluoleo (UHO) Sulawesi Tenggara mencetak sejarah baru di dunia pendidikan tinggi Indonesia dengan mengukuhkan Prof. Dr. Eng. Ir. Lukas Kano Mangalla, ST., MT., IPM sebagai Guru Besar pertama dalam bidang Rekayasa Konversi Energi. Pengukuhan ini menjadi langkah strategis UHO dalam menjawab tantangan krisis dan ketergantungan energi nasional. Pengukuhan berlangsung pada 9 Februari 2026 di Auditorium Universitas Halu Oleo, disertai orasi ilmiah yang menegaskan bahwa masa depan energi Indonesia tidak bisa lagi bertumpu pada bahan bakar fosil.
Dalam pidatonya, Prof. Lukas menekankan bahwa rekayasa konversi energi merupakan fondasi utama dalam membangun sistem energi nasional yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan. Menurutnya, krisis energi harus dijawab dengan penguasaan teknologi, bukan sekadar impor energi dan peralatan.
“ Krisis energi nasional hanya bisa diatasi jika bangsa ini mampu merekayasa dan mengelola sumber dayanya sendiri secara efisien dan berkelanjutan,” tegasnya.
Prof. Lukas dikenal sebagai pengembang teknologi torrefaksi biomassa berpemanas microwave-elektrik, sebuah inovasi yang mampu meningkatkan kualitas biomassa menjadi bahan bakar bernilai energi tinggi dan stabil secara termal. Teknologi ini dinilai berpotensi besar sebagai solusi energi alternatif berbasis sumber daya lokal.
“ Perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah. Riset energi harus diturunkan menjadi teknologi yang bisa dimanfaatkan bangsa,” ujarnya.
Pengukuhan ini sekaligus mempertegas komitmen UHO dalam mendorong riset strategis nasional, serta memperkuat peran perguruan tinggi daerah sebagai pusat inovasi energi.
Prof. Lukas meraih gelar doktor dari Kanazawa University, Jepang, pada tahun 2015, dan aktif dalam berbagai kolaborasi riset internasional. Pengalaman global tersebut memperkuat kontribusinya dalam pengembangan teknologi energi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia.
Dengan diraihnya jabatan akademik tertinggi ini, Prof. Lukas berkomitmen untuk terus mengembangkan riset konversi energi, mencetak generasi insinyur energi masa depan, serta menghadirkan inovasi yang mendukung transisi menuju energi bersih dan berkeadilan.




