Rujukan Pasien Viral di Laonti, Dinkes Konsel: Bukan Kelalaian Nakes, Tapi Tantangan Geografis

Andoolo – KodeSultra : Video proses rujukan pasien dari Kecamatan Laonti yang viral di media sosial memicu berbagai reaksi publik. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Nurlita Jaya, menegaskan bahwa penanganan pasien telah dilakukan sesuai dengan prosedur standar operasional (SOP). Menurutnya, kendala yang terlihat dalam video lebih disebabkan oleh kondisi geografis serta keterbatasan infrastruktur di wilayah tersebut.

“ Pasien sudah dirujuk sesuai prosedur pada malam kejadian dan telah tiba di RSUD Bahteramas Kendari untuk mendapatkan penanganan medis secara optimal,” ujar Nurlita Jaya, Sabtu 21 Februari 2026

Kadis Kesehatan Konsel Nurlita Jaya As, S.Sos, M.Kes

Nurlita menjelaskan, setelah dilakukan koordinasi di lapangan, inti persoalan dalam video tersebut bukan berkaitan dengan pelayanan tenaga kesehatan, melainkan terbatasnya akses menuju wilayah Laonti.

BACA JUGA :  Bank Sultra Persembahkan Satu Unit Sepeda Motor Di Momentum HUT KORPRI Ke-54

“ Persoalannya bukan pada mutu pelayanan kesehatan, tetapi pada terbatasnya akses jalan, penerangan, serta fasilitas pelabuhan di wilayah tersebut,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala Puskesmas Laonti, Hardin, yang menjelaskan bahwa proses rujukan pasien dari wilayah kepulauan memang memerlukan tahapan transportasi yang cukup kompleks dimana pasien terlebih dahulu dibawa menggunakan ambulans menuju Pelabuhan Laonti. Selanjutnya pasien diseberangkan menggunakan kapal fiber menuju Pelabuhan Moramo. Setelah tiba di pelabuhan tersebut, pasien kemudian diantar kembali menggunakan ambulans menuju rumah sakit di Kota Kendari.

“ Meskipun fasilitas kapal masih sederhana, namun tetap memadai untuk menunjang keselamatan pasien selama proses rujukan,” jelas Hardin.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga pembuat video. Dari hasil komunikasi tersebut diketahui bahwa video tersebut tidak dimaksudkan untuk menyudutkan tenaga kesehatan, melainkan sebagai bentuk aspirasi masyarakat agar pemerintah segera memperbaiki akses jalan dan penerangan di wilayah Laonti.

BACA JUGA :  Enam Kades Angkat Topi, Apresiasi PT. WIN Bantu Warga di Bulan Suci Ramadhan

Sementara itu, Pemerintah Daerah Konawe Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengakui bahwa akses menuju Kecamatan Laonti masih menjadi salah satu tantangan pembangunan di wilayah tersebut.

Plt Kepala Dinas PUPR Konsel, Mutahir Hidayat, mengatakan kondisi geografis wilayah serta keterbatasan infrastruktur jalan dan penerangan menjadi faktor yang kerap mempengaruhi mobilitas masyarakat, termasuk dalam proses rujukan pasien.

“ Kami terus berupaya membuka isolasi wilayah di tengah keterbatasan anggaran demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah terpencil,” ujar Mutahir.