Komitmen, Lapas Kelas IIA Kendari Bekali Warga Binaan Keterampilan produksi Roti

Kodesultra.id, KENDARI — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan produktif pembuatan roti yang telah berjalan sejak tahun 2023 di dalam lingkungan Lapas Kelas IIA Kendari.

Program tersebut melibatkan warga binaan secara langsung dalam seluruh proses produksi. Tujuannya untuk memberikan keterampilan pengolahan pangan yang memiliki nilai ekonomi sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Kendari, Mukhtar, Bc.IP., S.Ag., M.H., mengatakan program ini dirancang agar masa pembinaan tidak hanya dijalani secara pasif, tetapi diisi dengan kegiatan yang melatih kedisiplinan, kebersihan, tanggung jawab, dan kemandirian.

“Melalui kegiatan pembuatan roti, mereka tidak hanya belajar proses produksi, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam menghasilkan dan memasarkan produk. Kami berharap keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat agar lebih mandiri dan produktif,” ujar Mukhtar di Kendari, Sabtu (19/9/2026).

Adapun proses produksinya dilakukan secara bertahap, mulai dari penyiapan bahan baku, pengolahan adonan, pembentukan roti, proses pemanggangan, hingga pengemasan produk sesuai standar kebersihan dan kualitas.

Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas IIA Kendari, Atmaja, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi warga binaan untuk memahami alur usaha secara sederhana, mulai dari menjaga kualitas hingga memastikan produk memiliki daya tarik di pasaran.

Menurutnya, roti hasil produksi warga binaan tidak hanya untuk konsumsi internal, tetapi juga dipasarkan dan dijual kepada konsumen. Hal itu sekaligus melatih warga binaan memahami nilai jual sebuah produk.

Salah seorang warga binaan peserta program, Abustang, mengaku mendapatkan banyak manfaat. Ia yang sebelumnya tidak memiliki keahlian membuat roti, kini telah memahami seluruh proses produksi setelah mengikuti pembinaan dalam waktu lama.

“Setelah ikut kegiatan ini saya diajarkan mulai dari menyiapkan bahan sampai mengemas. Senang bisa dapat pengalaman baru, apalagi roti yang kami buat juga dijual jadi punya nilai. Mudah-mudahan keterampilan ini bisa saya manfaatkan untuk menambah penghasilan setelah kembali ke masyarakat,” kata Abustang.

Melalui pembinaan kemandirian yang berkelanjutan ini, Lapas Kelas IIA Kendari berharap warga binaan memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan secara mandiri dan produktif sebagai bekal reintegrasi sosial.

Penulis: Sarwan