Pemuda Konsel Dilapor Polisi, KNPI Himbau PT. WIN Agar Tidak Arogan Dalam Berinvestasi

Ketgam : Ketua KNPI Konawe Selatan Yusran, S.Pd

Konawe Selatan-KodeSultra.Id : Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Konawe Selatan Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menghimbau PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) tidak arogan dalam berinvestasi di bumi Konawe Selatan.

Ketgam : Jajaran Pengurus KNPI Konsel usai membahas kasus selingkuh

Himbauan tersebut disampaikan Ketua KNPI Konsel Yusran, S.Pd saat dikonfirmasi terkait adanya pelaporan pelanggaran hukum terhadap 11 eks pekerja PT. WIN dengan dalih menghalang halangi aktifitas penambangan.

” sebaiknya perusahan arif dan bijak menyikapi persoalan demo,  lebih baik focus menyelesaikan apa yang menjadi kewajiban perusahaan terhadap hak eks pekerja yang di PHK ” ungkap Yusran, Kamis 22 Juni 2023.

Ketgam : Jajaran Pengurus KNPI Konsel Pose bersama

Lebih lanjut, mantan Sekretaris Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Konawe ini mengatakan, tindakan melaporkan eks pekerja  selain dapat melahirkan anggapan sebagai strategi menghindari kewajiban perusahaan sebagaimana isu yang disuarakan oleh KLP-T juga berpotensi menimbulkan konflik baru yang dapat menganggu kenyamanan perusahaan.

” kita sama-sama mengetahui, aksi demo pekerja merupakan buah dari ketidakseriusan perusahaan memenuhi hak-hak karyawan olehnya itu kita himbau untuk tidak arogan, banyak nilai nilai lokal yang mestinya dijadikan pertimbangan ” ujar Yusran.

Selain menghimbau perusahaan dirinya meminta para eks karyawan untuk tidak gentar, malah sebaliknya menjadikan pelaporan ini sebagai suplemem baru untuk terus bergerak, menagih hak-hak pekerja.

” bagaimanapun mereka adalah pemuda-pemuda Konsel yang telah berjasa bagi perusahaan dan negara ini,  tetap bergerak dengan mempertimbangan potensi pelanggaran hukum ” pintanya.

Ssbagai organisasi kepemudaan, KNPI secara kelembagaan akan turut serta  bersama pekerja, serikat pekerja dan ormas dalam memperjuangkan hak hak para. pekerja, dirinya berjanji dalam waktu dekat akan melakukan komunikasi dan konsolidasi dalam mengawal perjuangan para pekerja.

” kita akan lakukan konsolidasi, mengawal isu ini, dan memastikan apa betul direktur perusahan yang melaporkan para pekerja, atau hanya keinginan pihak-pihak tertentu”  tandasnya.

Sebelumnya, Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI), ormas dan para pekerja yang di PHK menggelar aksi demo (Rabu, 15 Juni 2023) melalui wadah Konsorsium Pekerja Lingkar Tambang (KPL-T) mereka menuntut pemberian Pesangon, upah yang tidak sesuai UMP, kelebihan jam kerja, Cuti, BPJS ketenaga Kerjaan dan THR. Aksi KPL-T tersebut berujung penutupan jalan holing PT. WIN di Desa Torobulu Kec. Laeya.