Kendari-KodeSultra : Komitmen Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Konawe Selatan dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan pemenuhan hak anak makin dimasifkan, usai memfasilitasi pembentukan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Konawe Selatan, teranyar OPD dibawah kendali kepemimpinan Hj. ST Hafsa me-launching pengunaan aplikasi Sahabat Perempuan Dan Anak (SAPA).
Tak hanya me-launching pengunaan aplikasi SAPA, perempuan kelahiran 1981 tersebut, langsung tancap gas memberikan pelatihan bagi personil satuan tugas (Satgas) SAPA di salah satu hotel di Kota Kendari, Jumat 7 Juni 2024.
” Layanan Call Center SAPA Konsel untuk mempermudah akses bagi korban atau pelapor dalam melakukan pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar Kadis DP3A Konsel saat membawakan sambutan.

Lebih lanjut dijelaskan, layanan aplikasi SAPA Konsel merupakan turunan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Melalui aplikasi SAPA masyarakat dapat melakukan pelaporan secara tertulis.
” Aplikasi ini sangat membantu mempercepat proses pelaporan apalagi Konsel memiliki wilayah yang luas dengan persebaran 25 Kecamatan, tidak bisa dijangkau dalam satu hari, hadirnya Aplikasi SAPA sangat mendukung upaya pemenuhan hak perempuan dan anak ” tambahnya.
Hal senada diungkapkan Sekdis DP3A Konsel Hj. Suharni bahwa layanan SAPA adalah jembatan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan pemenuhan hak perempuan dan anak serta sebagai alat monitoring Pemerintah dalam upaya memberikan perlindungan.
” Aplikasi itu akan memudahkan kerja-kerja petugas dan masyarakat dapat melaporkan 1 x 24 jam jika terjadi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ” ungkapnya.
Dirinya berharap seluruh warga Konawe Selatan mengunduh dan memanfaatkan aplikasi SAPA Konsel di Android masing-masing dan aktif untuk melakukan pelaporan jika menemukan adanya kasus kekerasan pada perempuan dan anak.




