Andoolo-KodeSultra : Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Baito mengungkapkan adanya keinginan dari guru Supriyani, S.Pd untuk menyelesaikan kasus yang menimpanya secara cepat dan damai sehingga dirinya dapat beraktifitas sebagaimana biasanya.
” Ibu Supriyani menyampaikan bahwa, sebenarnya saya ingin kasus ini cepat selesai dan berdamai, seperti itu jawabannya, setelah itu dia tandatangani kesepakatan itu ” ujar Hasna sebagaimana di lansir di Enews, Kamis 7 November 2024

Lebih lanjut dikatakan, dirinya tidak melihat adanya tekanan dan paksaan dalam Perdamaian antara Supriyani, S.Pd dan keluarga terduga korban Wibowo Hasyim. Bupati Konawe Selatan hanya berupaya mendinginkan situasi antara kedua belah pihak karena tinggal dalam satu lingkungan kemasyarakatan, selain itu untuk kenyamanan berkegiatan dan bekerja bagi guru Supriyani.
” Upaya pak Bupati bukan menghentikan proses hukum, beliau hadir sebagai orang tua untuk anak-anaknya dalam mententramkan situasi, tidak ada unsur paksaan atau minta bu Supriyani mengaku ” ujar Hasna

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SDN 4 Baito Sanaali juga menyatakan hal yang sama, bahkan dirinya menyatakan dengam tegas tidak ada upaya jebakan atau tekanan dalam proses tersebut, karena sebelum dilakukan penandatanganan damai Supriyani diberi kesempatan untuk berbicara dan dirinya mengucapkan terima kasih atas inisiatif pak Bupati dan dirinya berharap kasusnya cepat selesai
” Bupati juga tekankan proses ini tidak menghentikan proses hukum, hukum tetap berjalan karena itu wilayahnya beda ” kata Sanaali
Sebagai bahan informasi, sehari sebelumnya Bupati Konawe Selatan dalam rangka menjaga stabilitas wilayah memfasilitasi pertemuan dua wargaya yang sementara berproses hukum yakni Guru Supriyani yang di duga pelaku kekerasaan pada anak murid dan orang tua terduga korban Aipda Wibowo Hasyim, dalam pertemuan tersebut disepakati adanya proses damai namun selang satu hari, Guru Supriyani mencabut kesepakatan tersebut dengan alasan adanya tekanan dan paksaan.




