Kodesultra.Id, Bekasi– Personel Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama tim gabungan bergerak cepat menangani kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) pukul 20.52 WIB.
Hingga Selasa (28/4), pasukan berkekuatan satu SSK atau Satuan Setingkat Kompi dikerahkan untuk proses evakuasi. Brimob fokus mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, dan membantu proses pengangkatan gerbong.
Hingga Selasa siang, petugas berhasil mengevakuasi satu gerbong KRL dari lokasi kecelakaan. Sementara satu gerbong lainnya masih dalam proses penanganan oleh tim gabungan di lapangan.
Selain evakuasi gerbong, petugas juga mengamankan sejumlah barang milik korban yang ditemukan di dalam gerbong. Barang tersebut meliputi dua unit ponsel, tiga tas, dan satu set kunci yang akan diserahkan ke posko.
Berdasarkan data terbaru dari Posko Informasi KAI, total korban mencapai 97 orang. Rinciannya, 15 orang meninggal dunia dan 82 orang mengalami luka-luka dengan tingkat cedera beragam.
Seluruh korban jiwa yang berada di lokasi kejadian telah berhasil dievakuasi petugas gabungan. Korban luka-luka telah dirujuk ke beberapa rumah sakit di wilayah Bekasi dan Jakarta Timur untuk penanganan lebih lanjut.
Proses evakuasi melibatkan unsur TNI, Basarnas, Damkar, PMI, dan petugas KAI. Brimob Polda Metro Jaya bertugas sterilisasi area, pengamanan barang bukti, serta membantu evakuasi korban dan gerbong.
Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan KNKT bersama PT KAI dan kepolisian. Tim gabungan terus bekerja untuk mempercepat normalisasi jalur dan memastikan tidak ada korban tambahan.
Upaya yang dilakukan Brimob ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadiran personel di lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Brimob Polda Metro Jaya bersama instansi terkait terus bersiaga di lokasi. Hal ini untuk mempercepat proses pemulihan pascakejadian serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di sekitar Stasiun Bekasi Timur.




