Kodesultra.Id, Jakarta – Presiden menegaskan hilirisasi adalah jalan kebangkitan bangsa Indonesia. Hal itu disampaikan saat memimpin Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II senilai Rp116 triliun, Rabu.
Tiga belas proyek strategis tersebut terdiri dari 5 proyek di sektor energi, 5 proyek di sektor mineral, dan 3 proyek di sektor pertanian. Groundbreaking ini menandai dimulainya percepatan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Presiden menyebut proyek hilirisasi ini bukan hasil instan. “Proyek ini tidak jatuh dari langit, proyek ini adalah buah pemikiran belasan bahkan puluhan tahun. Buah pemikiran, cita-cita, impian para pemimpin Indonesia, para teknokrat, ilmuwan, sehingga terwujudlah konsep ini,” tegasnya.
Di hadapan para menteri, kepala lembaga, dan pelaku usaha, Presiden mengimbau seluruh pihak mengerahkan pengabdian untuk bangsa. “Saya imbau, saya gugah kalian, kerahkan hatimu, cintamu kepada bangsa dan rakyat. Berbuatlah untuk bangsa dan rakyat kita,” ujarnya.
Presiden menyebut saat ini adalah momentum bagi teknokrat dan ilmuwan untuk berpihak pada rakyat. “Sekarang adalah waktunya. Jadilah teknokrat dan ilmuwan yang membela rakyat. Jadilah insinyur untuk bangsa dan rakyat. Jadilah profesor yang hati dan jiwanya merah putih,” katanya.
Pemerintah menegaskan tidak ingin lagi hanya menjual bahan baku mentah. Hilirisasi bertujuan mengolah komoditas menjadi produk turunan di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati seluruh rakyat Indonesia.
“Kita mengerti, paham, kita lihat data-data kekayaan alam kita, sekarang tinggal kita mampu atau tidak mengelolanya. Kita tidak mau sekadar jual bahan baku, kita mau olah turunannya di Indonesia,” tutur Presiden.
Presiden menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang menyiapkan 13 proyek hilirisasi tahap II ini. Menurutnya, ini adalah usaha besar bangsa untuk mengembalikan hak rakyat Indonesia.
“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah menyiapkan, ini adalah usaha besar bangsa kita untuk mengembalikan apa yang menjadi hak rakyat Indonesia, keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya,” pungkas Presiden.
Dengan dimulainya 13 proyek senilai Rp116 triliun ini, pemerintah menargetkan peningkatan lapangan kerja, penerimaan negara, dan daya saing industri nasional. Hilirisasi disebut menjadi kunci menuju Indonesia maju dan berdaulat secara ekonomi.




