Kodesultra.Id, Kendari — Gerakan Aktivis Lingkar Sulawesi Tenggara (GALI Sultra) mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara untuk segera memeriksa Direktur PT Toshida Indonesia (PT TSHI) terkait dugaan keterlibatan dalam kasus suap yang menyeret Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto.
Desakan ini disampaikan oleh Fahril, perwakilan GALI Sultra, yang menilai penegakan hukum tidak boleh berhenti pada satu pihak saja, melainkan harus menyasar seluruh aktor yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
“Kami mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara untuk segera memanggil dan memeriksa Direktur PT TSHI yang disebut-sebut sebagai pihak pemberi suap. Jangan sampai penegakan hukum terkesan tebang pilih,” tegas Fahril dalam keterangannya.
Fahril menyoroti bahwa dalam berbagai pemberitaan nasional, telah disebut adanya dugaan aliran dana sekitar Rp1,5 miliar dari pihak perusahaan tambang kepada oknum pejabat negara. Namun hingga saat ini, pihak yang diduga sebagai pemberi suap belum secara terbuka diproses secara transparan di tingkat daerah.
Menurutnya, klarifikasi yang disampaikan oleh PT Toshida Indonesia melalui media yang membantah tudingan suap justru harus diuji melalui proses hukum, bukan sekadar pernyataan sepihak.
“Kalau memang tidak ada suap, buktikan di hadapan hukum. Pemeriksaan terhadap direktur perusahaan menjadi penting untuk membuka secara terang benderang apakah benar terjadi praktik suap atau tidak,” lanjutnya.
GALI Sultra juga menilai bahwa kasus ini tidak bisa dilepaskan dari persoalan tata kelola pertambangan di Sulawesi Tenggara yang selama ini sarat dengan konflik, baik dari sisi perizinan maupun dampak terhadap masyarakat dan lingkungan.
Lebih jauh, Fahril menegaskan bahwa dugaan suap dalam lembaga pengawasan publik seperti Ombudsman merupakan ancaman serius terhadap integritas negara
“Jika lembaga pengawas saja bisa dipengaruhi oleh kepentingan korporasi, maka yang dirugikan bukan hanya negara, tetapi juga masyarakat luas, khususnya di wilayah tambang seperti Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Sebagai penutup, GALI Sultra menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan akan melakukan aksi demonstrasi apabila tidak ada langkah konkret dari aparat penegak hukum.
“Kami akan terus mengawasi dan siap turun ke jalan jika penegakan hukum tidak berjalan secara adil dan transparan,” tutup Fahril.




